Saturday, 1 February 2014

Ekonomi dalam Media Massa

EKONOMI MEDIA
Untuk masuk ke dalam pembahasan konsep ekonomi media, sebelumnya kita harus mengetahui lebih dahulu tentang ekonomi media itu sendiri. Ekonomi media adalah suatu studi atau pembahasan tentang bagaimana suatu industri khususnya media massa yang menggunakan sumber daya tertentu untuk menghasilkan komoditas berharga seperti konten media yang kemudian disalurkan diantara konsumen dalam sebuah masyarakat untuk memuaskan berbagai keinginan, tujuan, dan kebutuhan.
KAJIAN MEDIA
  • Kebebasan berbicara
  • Akses media massa
  • Dampak sosial dari isi media
  • Efek teknologi komunikasi
  • Jati diri
KAJIAN EKONOMI
  • Nilai ekonomi dan keuntungan
  • Skala ekonomi
  • Rating dan pangsa pasar
  • Efisiensi  akibat teknologi baru
  • Perluasan pasar global







Ekonomi media mengacu pada operasi bisnis dan aktifitas dan aktifitas finansial dari perusahaan yang memproduksi dan menjual hasilnya pada berbagai industri media.

Ekonomi media mengkaji bagaimana industri media mengalokasi sumber daya untuk menciptakan isi informasi dan hiburan guna memenuhi kebutuhan khalayak, pengiklan, pemberi sponsor dan institusi lainnya.

Ekonomi media adalah kajian bagaimana indutri media menggunakan sumber daya terbatas untuk memproduksi isi yang di distribusikan diantara konsumen dalam suatu masyarakat guna memuaskan keinginan dan kebutuhan.

Elemen dalam ekonomi media
  1. Sumber daya : hal yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.
  2. Produksi : Proses pembuatan dari produk media tersebut.
  3. Konsumsi : Penggunaan dari produk media tersebut oleh konsumen.

Media Conduct
  1. Pricing behaviour
  2. Product strategy
  3. Research and Inovation
  4. Plant Investment
  5. Legal tactics

Dasar-dasar dari kajian ekonomi media
                                                                            
Struktur Pasar
-     Jumlah penjual dan pembeli didalam suatu pasar
-     Penghalang bagi kompetitor potensial
-     Pengaruh dari pola kepemilikan horizontal maupun vertikal
-    Akibat dari kontrol konglomerasi.

Bahasa Apakah Yang kita Gunakan ?

Dalam sehari – hari sudah terbiasa kita menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan sesama manusia, tetapi sudah benarkah bahasa yang kita gunakan tersebut? Dalam kenyataannya bahasa sehari-hari yang kita gunakan dalam berkomunikasi itu banyak sekali kata katanya yang tidak terdapat dalam kamus bahasa Indonesia. Jadi bahasa apakah yang kita gunakan selama ini? Bahasa sehari-hari ataukah bahasa Indonesia. Oleh karena itu penting rasanya untuk mempelajari bahasa Indonesia yang benar dan baik dengan kata-kata yang baku.

Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku itu sangatlah penting, tujuannya adalah agar orang yang kita ajak bicara menaruh perhatian dan hormat kepada kita. Selain itu penggunaan bahasa Indonesia yang baku juga penting dalam komunikasi tidak langsung, contohnya dalam penulisan surat resmi ataupun undangan. Dalam menulis surat resmi kita juga harus tahu kepada siapa surat tersebut dituju, dan tentunya gaya bahasa seperti apa yang harus kita gunakan.

Namun ada juga orang yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baku, tetapi tidak baik dan benar, maksudnya tidak baik dan benar adalah orang tersebut tidak mengetahui  tata letak penggunaan bahasa yang baku seperti apa.

Resimen Tjakrabirawa / Cakrabirawa

Mungkin saat ini terasa asing ditelinga kita begitu mendengar kata resimen tjakrabirawa. Itu wajar saja, karena memang saat ini resimen tersebut sudah tidak ada lagi, tapi hal ini penting untuk kita ketahui karena ini adalah sejarah dari bangsa kita, seperti yang dikatakan oleh bung Karno “Jas Merah” atau jangan sekali-kali kita melupakan sejarah.

Pertama saya akan menjelaskan apa itu resimen tjakrabirawa. Resimen Tjakrabirawa adalah pasukan elit pengaman Presiden pada tahun 1962 – 1966, dengan tujuan untuk memberikan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia beserta keluarganya, dan juga kepada tamu – tamu negara yang bersifat VVIP. Personelnya dipilih dari pasukan terbaik empat angkatan. Angkatan Darat mengirimkan Batalyon Banteng Raiders, Angkatan Laut mengirim Korps Komando Operasi (KKO), Angkatan Udara mengirim Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dan Polisi mengirim Resimen Pelopor.

Alasan terbentuknya pasukan ini adalah untuk memberikan pengamanan yang lebih kepada Presiden dan Wakil Presiden, karena pada saat itu semakin maraknya percobaan pembunuhan terhadap presiden Soekarno, mulai dari penggranatan di Makassar dan cikini hingga penembakan saat Shalat Idul adha di Istana.

Pada awal rencana pembentukannya Presiden Soekarno sempat menolak, karena pada saat itu sudah ada satuan polisi yang bertugas untuk melakukan pengamanannya yang dinamakan Detasemen Kawal Pribadi, namun setelah diberi penjelasan oleh Menteri Pertahanan saat itu yaitu Jendral Nasution, akhirnya Presiden Soekarno menyetujui pembentukan pasukan itu. Peresmian pasukan itupun terjadi bertepatan dengan hari kelahiran Bung Karno tahun 1966.

Namun tak seperti harapan Presiden Soekarno , Resimen Tjakrabirawa tak berumur panjang. Sebagian kecil pasukan elite ini kemudian terlibat penculikan para jenderal dalam peristiwa G30S/PKI. Tak semua terlibat, hanya sekitar 60 orang di bawah pimpinan Letkol Untung yang mengikuti aksi itu. Namun semua terkena imbasnya. Akhirnya pada masa kepemimpinan Soeharto pasukan ini di bubarkan.

Setelah pembubaran Resimen Tjakrabirawa, sejarah Indonesia memulai babak baru. Mulai dari pembantaian para pelaku penculikan hingga orang-orang yang dianggap komunis. Babak baru sejarah Indonesia yang harus melalui stempel Orde Baru, dimana keturunan – keturunan dari orang yang “dianggap” komunis dilakuan secara diskriminatif.

Resimen Tjarabirawa inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Pasukan Pengamanan Presiden (PASPAMRES) pada saat ini, dengan pergantian beberapa nama sebelumnya.